30 Nov 2025, Sun

Raksasa manufaktur chip semikonduktor global, TSMC, secara resmi melayangkan tuntutan hukum serius terhadap mantan eksekutif senior mereka, Wei-Jen Lo. Tuntutan ini muncul setelah Wei-Jen Lo, yang merupakan mantan eksekutif TSMC, bergabung dengan perusahaan pesaing utama mereka, Intel. Langkah hukum ini memicu dugaan kuat adanya transfer teknologi TSMC yang bersifat ilegal dan pelanggaran perjanjian kerahasiaan. Berdasarkan laporan yang diakses dari Gamebrott, TSMC mengambil tindakan ini setelah menduga kuat Wei-Jen Lo telah membagikan rahasia dagang perusahaan kepada “kubu biru” tersebut.

TSMC tuntut Intel mantan eksekutif usai transfer teknologi

TSMC Tuntut Mantan Eksekutif Usai Bergabung dengan Intel

Pada hari Selasa lalu, perusahaan manufaktur chip semikonduktor terkemuka asal Taiwan, TSMC, secara resmi melancarkan tuntutan terhadap Wei-Jen Lo. Beliau merupakan mantan eksekutif TSMC yang sebelumnya menjabat sebagai Senior Vice President di perusahaan tersebut.

Wei-Jen Lo telah mengabdi di TSMC sejak tahun 2004 hingga Juli 2025. Setelah kepergiannya dari TSMC, Wei-Jen Lo kemudian dipekerjakan oleh Intel dan langsung mendapatkan jabatan sebagai Executive Vice President di perusahaan pesaing tersebut. Kepindahan Wei-Jen Lo ke Intel inilah yang menjadi pemicu utama dugaan kuat dari TSMC mengenai pembagian rahasia dagang secara ilegal.

Dugaan Transfer Teknologi dan Pelanggaran Kontrak Rahasia

Produsen chip asal Taiwan ini menuduh Wei-Jen Lo telah melanggar kontrak yang telah ditandatanganinya. Sebelum ini, Wei-Jen Lo telah menandatangani perjanjian kerahasiaan atau Non-Disclosure Agreement (NDA) dan perjanjian tidak bersaing atau Non-Compete Clause sebagai bagian dari masa jabatannya di TSMC.

Menurut pengakuan Intel kepada Tomshardware, ada kemungkinan besar bahwa Wei-Jen Lo memang membagikan dan mentransfer rahasia dagang kepada Intel. Pernyataan ini secara tidak langsung memberikan dasar kuat bagi TSMC untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut. Pihak TSMC menyatakan bahwa kemungkinan besar Wei-Jen Lo menggunakan, membocorkan, mengungkapkan, menyerahkan, atau mentransfer informasi rahasia serta rahasia dagang TSMC kepada Intel.

Oleh karena itu, tindakan hukum yang ditempuh oleh TSMC, termasuk mengajukan gugatan ganti rugi atas dugaan pelanggaran kontrak, dianggap sangat diperlukan. Hal ini menunjukkan keseriusan TSMC dalam melindungi aset intelektual dan posisi mereka di pasar semikonduktor yang sangat kompetitif. Isu transfer teknologi TSMC ini menjadi inti dari keseluruhan kasus tuntutan yang diajukan.

tsmc tuntut intel potensi bocorkan rahasia dagang
Potensi bocorkan rahasia dagang

Langkah Hukum TSMC Terhadap Mantan Eksekutif

TSMC juga mengungkapkan bahwa setelah Wei-Jen Lo meninggalkan perusahaan pada bulan Juli 2025, ia gagal melaporkan status perekrutan barunya oleh Intel. Laporan tersebut seharusnya disampaikan saat proses exit interview berlangsung. Kegagalan ini dianggap sebagai pelanggaran lebih lanjut terhadap kewajiban kontrak yang dimilikinya.

Selama masa jabatannya sebagai mantan eksekutif TSMC, Wei-Jen Lo telah menandatangani berbagai dokumen penting, termasuk kontrak NDA dan Non-Compete. Perjanjian-perjanjian ini dirancang untuk melindungi kepentingan bisnis dan rahasia dagang TSMC dari kebocoran atau penyalahgunaan oleh mantan karyawan yang pindah ke perusahaan pesaing. Tuntutan ini menjadi bukti bahwa TSMC tidak segan untuk mengambil tindakan tegas demi menjaga integritas informasinya.

tsmc tuntut intel dibawa ke meja hijau
Dibawa ke meja hijau

Kasus ini menyoroti betapa ketatnya persaingan di industri semikonduktor, di mana rahasia dagang dan inovasi teknologi menjadi kunci utama. Tuntutan yang diajukan oleh TSMC terhadap Intel melalui mantan eksekutif TSMC, Wei-Jen Lo, akan menjadi preseden penting dalam upaya perlindungan kekayaan intelektual perusahaan-perusahaan teknologi.

By admin1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *